Berita Kampus

     Diskusi Rutin

Kegiatan Mahasiswa

      Aktifitas Keluar

Pendampingan Masyarakat

 
 

 

 Dari Kampus Rakyat Menjadi Mercusuar Kebumen

 

Mercusuar, lampu pijar di sebuah pulau atau gugusan karang, keberadaannya sangat berguna bagi nelayan dalam menentukan arah kapal, sekaligus sebagai peringatan terhadap lalu lintas laut bahwa tepat di mercusuar tersebut sebuah pulau atau karang yang jika nekad dilanda, maka kapal bisa pecah berkeping-keping. Nelayan atau musafir pulang tinggal nama. Mercusuar menjadi petunjuk ke mana seorang nelayan harus mengarahkan biduknya.

 

STAINU di tengah-tengah Kebumen, ibarat sebuah mercusuar. Nyalanya dari kejauhan hanya kerlap-kerlip nyaris tidak tampak, tetapi tanpa kerlip itu berapa banyak nelayan yang tersesat di tengah lautan, dan berapa kapal besar yang akan hancur melanda karang.

 

Ya, STAINU Kebumen meskipun kecil dilihat dari kejauhan tetapi fungsinya sangat penting sebagai penentu arah kebijakan ’nelayan’ pemerintahan Kebumen. Mengabaikan STAINU dalam mengeluarkan kebijakan berarti menabrakkan diri ke karang. Sejarah STAINU ibarat sejarah Kebumen, perjuangan panjang kelahirannya diawali tahun 1973, yakni sebagai cabang (kelas jauh) Fakultas Ushuludin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Setahun berjalan akhirnya berpisah dengan Sunan Kalijaga dan sejak 1974 bergabung dengan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta.

 

Tahun 1978 resmi berdiri Universitas Nadhlatul Ulama (UNU) Kebumen dan sejak 1985 membuka Fakultas Tarbiyah dengan jurusan PAI. Sejak 1997, STAINU Kebumen hanya berorientasi pada satu program, yaitu Tarbiyah. Bahkan, sejak tahun 2000 memperoleh pengakuan dari Pemerintah, yakni terbit Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional (BAN) Dikti No 008/BAN-PT/Ak-4-6-2000 dengan status Terakreditasi B.

Era globalisasi dan pasar bebas bagaikan lautan tak bertepi menghadapkan manusia pada perubahan-perubahan yang cepat dan tak terduga. Gelombang pasang dan badai kehidupan kadang-kadang datang tanpa diduga. Dalam kapal yang oleng ’bangsa’ ini, persaingan menjadi niscaya. Bahan makanan dan kebutuhan pokok yang makin menipis, dan ketidakm jelasan arah ’pembangunan’ menghadapkan kapal ’bangsa’ ini hanya pada dua pilihan; hidup atau mati.

Hidup bagi penumpang yang menang bersaing dan mati bagi penumpang yang kalah bersaing.

Guna meramaikan persaingan tersebut manusia dituntut untuk membekali dirinya dengan pengetahuan dan skill yang kompeten. Agar tidak terlempar dari kapal. Salah satu upaya yang ditempuh adalah pendidikan. Karenanya melanjutkan pendidikan, belajar di Perguruan Tinggi bukanlah suatu pilihan (alternative) melainkan menjadi keharusan bagi mereka yang sadar akan kehidupan masa depan. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama merupakan perguruan tinggi yang pertama di Kabupaten Kebumen.

Setelah sempat bertahun-tahun stagnan di kampus lamanya di Jalan Kusuma, tahun 2004 STAINU Kebumen menerapkan paradigma baru saat menempati kampus baru di Jalan Tentara Pelajar 55 B, Kompleks Islamic Center 5 tahun lalu. Selain S1, STAINU juga membuka program Akta IV Umum bagi sarjana umum yang ingin mengabdi menjadi guru. Seiring kebijakan otonomi daerah, STAINU Kebumen sebagai bagian dari asset daerah berupaya melakukan rekonstruksi diri melalui beberapa terobosan. Pertama, Peningkatan mutu pendidikan yang dilakukan dengan menetapkan standar mutu akademik, hal ini diharapkan mampu meningkatkan mutu perguruan tinggi yang sederajat dengan PT yang berstandar nasional bahkan internasional. Kedua, Efisiensi pengelolaan pendidikan, diwujudkan melalui optimalisasi sumber daya yang tersedia sehingga tercipta kemandirian, kemitraan, dan profesionalisme. Ketiga, Pemerataan pelayanan, mengarah pada pelayanan yang cepat, mudah, pembiayaan terjangkau dan sistem belajar yang menyenangkan. Kendati merupakan perguruan tinggi lokal, STAINU telah membuktikan eksistensi dirinya di hadapan kota-kota lain, hal ini nampak pada tingginya animo mahasiswa untuk kuliah di STAINU yang saat ini tidak hanya di Kebumen melainkan juga dari wilayah Purbalingga, Purworejo, Cilacap, Wonosobo, dan Pemalang. Dengan demikian mencerminkan kepercayaan masyarakat dan pemerintah terhadap STAINU Kebumen sebagai penyelenggara pendidikan tinggi. Sejak terakreditasi dengan peringkat B STAINU Kebumen memiliki kewenangan penuh untuk penyelenggaraan pendidikan tanpa harus menggantungkan pada KOPERTAIS. Selain itu didukung dengan lokasi yang strategis dan kondusif baik geografis maupun sosiologis menjadikan kemudahan bagi STAINU Kebumen untuk terus berkembang.

Kini STAINU tengah merintis menjadi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kebumen, dengan menerapkan proses pembelajaran e-learning. Nantinya semua mahasiswa dan dosen berkomunikasi melalui internet selain pertemuan perkuliahan di kampus. . Jati diri, visi, misi, sasaran dan tujuan Program Studi Pendidikan Agama Islam STAINU Kebumen dirumuskan berdasarkan berbagai masukan baik yang berasal dari intern Civitas akademika STAINU Kebumen, maupun masukan yang berasal dari stake holder yang berada di luar sivitas akademika. Dengan demikian, rumusan visi, misi, dan tujuan tersebut diasumsikan merupakan ungkapan atau pernyataan yang bersifat sangat realistis. Rumusan visi, misi, dan tujuan Program Studi Pendidikan Agama Islam STAINU Kebumen menggambarkan orientasi ke masa depan yang lebih baik, bahkan berorientasi kepada sesuatu yang bersifat luhur dan dicita-citakan oleh semua manusia, terutama bila dikaitkan dengan fungsionalisasi agama dalam kehidupan masyarakat, yaitu menciptakan masyarakat yang berkeadaban.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Profil  |   Layanan  |   Alumni   |   Pengguna Lulusan   |  Kontak Kami   |   Home

All Copyrights Reserved 2009, STAINU Kebumen