|
STAINU di tengah-tengah Kebumen,
ibarat sebuah mercusuar. Nyalanya dari kejauhan hanya kerlap-kerlip
nyaris tidak tampak, tetapi tanpa kerlip itu berapa banyak nelayan
yang tersesat di tengah lautan, dan berapa kapal besar yang
akan hancur melanda karang.
Ya, STAINU Kebumen meskipun kecil
dilihat dari kejauhan tetapi fungsinya sangat penting
sebagai penentu arah kebijakan
’nelayan’ pemerintahan Kebumen. Mengabaikan STAINU
dalam mengeluarkan kebijakan berarti menabrakkan
diri ke karang. Sejarah STAINU
ibarat sejarah Kebumen, perjuangan panjang kelahirannya
diawali tahun 1973, yakni sebagai cabang (kelas jauh)
Fakultas Ushuludin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Setahun berjalan akhirnya berpisah dengan Sunan Kalijaga
dan sejak 1974 bergabung dengan
Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta.
Tahun 1978 resmi berdiri Universitas Nadhlatul
Ulama (UNU) Kebumen dan sejak 1985 membuka Fakultas Tarbiyah dengan jurusan
PAI. Sejak 1997, STAINU Kebumen hanya berorientasi pada satu program,
yaitu Tarbiyah. Bahkan, sejak tahun 2000 memperoleh pengakuan
dari Pemerintah, yakni terbit Surat Keputusan Badan
Akreditasi Nasional (BAN) Dikti No 008/BAN-PT/Ak-4-6-2000
dengan status Terakreditasi B.
Era globalisasi dan pasar bebas bagaikan lautan
tak bertepi menghadapkan manusia pada perubahan-perubahan yang cepat dan tak terduga.
Gelombang pasang dan badai kehidupan kadang-kadang datang
tanpa diduga. Dalam kapal yang oleng ’bangsa’ ini,
persaingan menjadi niscaya. Bahan makanan dan
kebutuhan pokok yang makin menipis,
dan ketidakm jelasan arah ’pembangunan’
menghadapkan kapal ’bangsa’ ini hanya pada
dua pilihan; hidup atau mati.
Hidup bagi penumpang yang menang bersaing
dan mati bagi penumpang yang kalah bersaing.
Guna meramaikan persaingan tersebut manusia
dituntut untuk membekali dirinya dengan pengetahuan dan skill yang kompeten.
Agar tidak terlempar dari kapal. Salah satu upaya yang ditempuh
adalah pendidikan. Karenanya melanjutkan pendidikan, belajar
di Perguruan Tinggi bukanlah suatu pilihan (alternative)
melainkan menjadi keharusan bagi mereka yang sadar akan
kehidupan masa depan. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama
merupakan perguruan tinggi yang pertama di Kabupaten Kebumen.
Setelah sempat bertahun-tahun stagnan di kampus
lamanya di Jalan Kusuma, tahun 2004 STAINU Kebumen menerapkan paradigma
baru saat menempati kampus baru di Jalan Tentara Pelajar 55 B,
Kompleks Islamic Center 5 tahun lalu. Selain S1, STAINU juga membuka program Akta IV
Umum bagi sarjana umum yang ingin mengabdi menjadi guru.
Seiring kebijakan otonomi daerah, STAINU Kebumen sebagai bagian
dari asset daerah berupaya melakukan rekonstruksi
diri melalui beberapa terobosan. Pertama, Peningkatan mutu
pendidikan yang dilakukan dengan menetapkan standar mutu akademik,
hal ini diharapkan mampu meningkatkan mutu perguruan
tinggi yang sederajat dengan PT yang berstandar nasional bahkan internasional.
Kedua, Efisiensi pengelolaan pendidikan, diwujudkan melalui optimalisasi
sumber daya yang tersedia sehingga tercipta kemandirian, kemitraan,
dan profesionalisme. Ketiga, Pemerataan pelayanan, mengarah pada
pelayanan yang cepat, mudah, pembiayaan terjangkau dan sistem belajar
yang menyenangkan.
Kendati merupakan perguruan tinggi lokal, STAINU telah membuktikan
eksistensi dirinya di hadapan kota-kota lain, hal ini nampak pada
tingginya animo mahasiswa untuk kuliah di STAINU yang saat ini tidak
hanya di Kebumen melainkan juga dari wilayah Purbalingga, Purworejo, Cilacap,
Wonosobo, dan Pemalang. Dengan demikian mencerminkan kepercayaan masyarakat
dan pemerintah terhadap STAINU Kebumen sebagai penyelenggara pendidikan
tinggi. Sejak terakreditasi dengan peringkat B STAINU Kebumen memiliki
kewenangan penuh untuk penyelenggaraan pendidikan tanpa harus
menggantungkan pada KOPERTAIS. Selain itu didukung dengan lokasi
yang strategis dan kondusif baik geografis maupun sosiologis
menjadikan kemudahan bagi STAINU Kebumen untuk terus berkembang.
Kini STAINU tengah merintis menjadi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU)
Kebumen, dengan menerapkan proses pembelajaran e-learning.
Nantinya semua mahasiswa dan dosen berkomunikasi melalui internet selain
pertemuan perkuliahan di kampus. .
Jati diri, visi, misi, sasaran dan tujuan Program Studi Pendidikan Agama Islam
STAINU Kebumen dirumuskan berdasarkan berbagai masukan baik yang berasal dari intern Civitas akademika
STAINU Kebumen, maupun masukan yang berasal dari stake holder
yang berada di luar sivitas akademika. Dengan demikian,
rumusan visi, misi, dan tujuan tersebut diasumsikan merupakan ungkapan
atau pernyataan yang bersifat sangat realistis.
Rumusan visi, misi, dan tujuan Program Studi Pendidikan Agama Islam STAINU
Kebumen menggambarkan orientasi ke masa depan yang lebih baik,
bahkan berorientasi kepada sesuatu yang bersifat luhur dan dicita-citakan oleh
semua manusia, terutama bila dikaitkan dengan fungsionalisasi agama dalam kehidupan masyarakat,
yaitu menciptakan masyarakat yang berkeadaban.
|