Berita Kampus

     Struktur LP3M

Ketua  : Drs. HM. Sholeh, M.Pd. I

Sekr    : Salim Wazdy, M. Pd. 

Staf     : Samhudi

 

     Program LP3M

SEMINAR DAN WORKSHOP MENTERJEMAH SISTEM 40 JAM

Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) STAINU Kebumen bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pemerintah Kabupaten Kebumen dan Kantor Kementrian Agama Kebumen menyelenggarakan Seminar dan Workshop tentang Metode Cepat Menerjemahkan Al Quran Sistem 40 Jam bertempat di Aula Setda pada tanggal 9-10 Maret 2010. Pemateri acara tersebut KH Ahmad Kholil, SQ dari TPPTQ Masjid Istiqlal dan Drs. Mohammad Khoerul Anam, M.Ag Lembaga Pendidikan Ilmu Al Qur'an (LPIQ) Nasional  Jakarta sebagai nara sumber. Peserta seminar dan Workshop diikuti oleh 800 guru agama SD dan MI sekabupaten Kebumen.

 

 

WORKSHOP ILMU FALAQ

 

Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) STAINU Kebumen akan mengadakan Workshop Ilmu Falaq dengan Tema 1.Meluruskan Arah Kiblat, dan 2. Menyaksikan Gerhana Matahari Secara Langsung melalui Layar Lebar, Gerhana Matahari akan terjadi pada Tanggal 15 Januari 2010, meskipun tidak total dari arah STAINU Kebumen, akan tetapi peserta Workshop akan dapat menyaksikan langsung proses terjadinya gerhana matahari ...

 

Pelepasan KKN STAINU Kebumen Ketua STAINU Kebumen Drs.H. Bambang Sucipto M. Pd. I berpesan kepada mahasiswa KKN di halaman STAINU Kebumen melalui DPL read more..

  Penelitian Dosen

1. Kompetitif Depag

2. Riset Uggulan Daerah

3. LIPI



 

 

Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat

 

Seminar dan Workshop Cara Cepat Menerjemahkan Al Quran Sistem 40 Jam

Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) STAINU Kebumen bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Pemerintah Kabupaten Kebumen dan Kantor Kementrian Agama Kebumen menyelenggarakan Seminar dan Workshop tentang Metode Cepat Menerjemahkan Al Quran Sistem 40 Jam bertempat di Aula Setda pada tanggal 9-10 Maret 2010. Pemateri acara tersebut KH Ahmad Kholil, SQ dari TPPTQ Masjid Istiqlal dan Drs. Mohammad Khoerul Anam, M.Ag Lembaga Pendidikan Ilmu Al Qur'an (LPIQ) Nasional  Jakarta sebagai nara sumber.

Pendidikan dan Latihan (Diklat) Dasar Ilmu Falak

Kebumen, Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) STAINU Kebumen  menyelenggarakan Diklat Ilmu Falak tentang Arah Kiblat, Hisab dan Rukyat kerjasama dengan Badan Hukum Rukyah dan Hilaal Kebumen dan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kebumen. Acara ini diselanggarakan hari Rabu-Jumat, 13-15 Januari 2010  bertempat di STAINU Kebumen. Diklat dasar Ilmu Falak diikuti 43 orang, 26 utusan KUA sekabupaten Kebumen, guru Agama Islam MTs/SMP, SMK/MA dan Mahasiswa. Pembicara adalah Makrufin Sudibyo, ST dari BHR Pusat, Ustadz Slamet Riyadi Ma’had Assalam, Muntaha BHR DIY.

Drs. HM Sholeh, M.Pd.I ketua LP3M STAINU Kebumen mengatakan: ”diklat ini bertujuan untuk mengetahui dasar-dasar perhitungan jadwal shalat, perhitungan arah kiblat, perhitungsn awal bulan hijriyah, dan memahami perkembangan terkini dalam pehitungan jadwal shalat, arah kiblat, rukyat dan hilaal. Yang lebih penting lagi diklat ini juga bertujuan untuk membentuk kader yang menguasai ilmu falak yang semakin langka. Diklat ini akan diakhir dengan melihat gerhana Matahari cincin bersama-sama pada hari jum’at 15 Januari 2010 lebih kurang pukul 15.00 WIB, kita sediakan teropong dan layar lebar dihalaman STAINU Kebumen, semoga tidak hujan.

Drs. KH Bambang Sucipto, M.Pd.I, ketua STAINU kebumen dalam sambutan pembukaan mengatakan ”Ilmu Falak dalam hal ini penentuan arah kiblat merupakan ilmu yang sangat penting karena berkait dengan salah satu syarat sahnya ibadah shalat, sementara itu ulama yang menguasai semakin sedikit. Kyai sepuh yang mengusai ilmu falak sudah pada meninggal misalnya Almarhum al magfurlah KH Abu Sufyan Jagasima Klirong, KH Mahfudz Purwosari Puring,  yang masih hidup tinggal KH Nur Khamid Wonoyoso Kebumen. Oleh karena itu Diklat ini sangat penting perspektif akademik juga kaderisasi keilmuan.”

Salim Wazdy, S.Ag.,M.Pd sekretaris LP3M Kebumen mengatakan bahwa hasil penelitian sementara, 80 % arah kiblat masjid dan musholla di Kebumen perlu diukur ulang, kita tahu perspektif sosiologis pembangunan masjid dan musholla dalam sejarahnya biasanya yang penting menghadap ke Barat, belum melakukan pengukuran arah kiblat. Pengukuran arah kiblat ini penting sehingga jika memang arah kiblatnya belum sesuai, untuk Kebumen ukurannya 294 º 52 menit, maka sebaiknya disesuaikan. Pembenahan arah kiblat bukan lah yang tabu kita ingat kisah jaman Nabi Muhaammad SAW shalat dhuhur di Masjid Qiblatain saat itu kiblatnya menghadap Baitul Maqdis, ketika Nabi mendapat dua reka’at mendapatkan wahyu Allah untuk merubah arah kiblat ke Makkah al Mukarramah. Pembenahan arah kiblat bisa langsung meminta bantuan ke Badan Hisab dan Rukyah Daerah (BHRD) Kebumen, atau konsultasi ke LP3M STAINU Kebumen, atau ke KUA masing-masing kecamatan teruatama para peserta yang mengikuti diklat kali ini. Urgensi tindak lanjut diklat ini adalah pembenahan arah kiblat masjid dan musholla yang belum sesuai dan lebih penting lagi adalah terbentuknya komunitas Hisab dan Rukyah di Kebumen.  Dalam diklat ini dilakukan praktek pengukuran di musholla STAINU Kebumen, masjid Darussalam Jl Pemuda Kebumen, dan masjid Nurul Iman Kawedusan. Dari pengukuran ini diketahui masjid Darussalam kemiringannya selisih 16º arah utara, dan masjid Nurul Iman kemiringannya selisih 1º arah utara, padahal selisih 1º arah kiblat bergeser 110 km dari Ka’bah,atau kira-kira arah negara Yaman.

10 Januari 2010
WORKSHOP ILMU FALAQ

Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) STAINU Kebumen akan mengadakan Workshop Ilmu Falaq pada 13- 15 Januari 2010, dengan Tema 1.Meluruskan Arah Kiblat, dan 2. Menyaksikan Gerhana Matahari Secara Langsung melalui Layar Lebar, Gerhana Matahari akan terjadi pada Tanggal 15 Januari 2010, meskipun tidak total dari arah STAINU Kebumen, akan tetapi peserta Workshop akan dapat menyaksikan langsung proses terjadinya gerhana matahari melalui kamera yang dihubungkan dengan LCD, di dalam ruangan, sehingga aman bagi mata.

Peserta Workshop terdiri dari Guru-Guru Agama islam di Kabupaten Kebumen. Tempat dan Syarat Pendaftaran Peserta Workshopdi Kantor LP3M STAINU Kebumen, Lantai 2. Gedung C STAINU Kebumen

Gerhana matahari ini menurut hitungan Ilmu Falak akan terjadi pukul 15.15 menit pada tanggal 15 Januari 2010. Gerhana matahari merupakan peristiwa sejajarnya Matahari, Bulan dan Bumi dalam satu garis, sehingga memunculkan bayangan bulan pada titik gerhana matahari total.

Gerhana matahari pada 15 Januari 2010 sebagaimana dikutip dalam www.haxims.blogspot.com, merupakan gerhana matahari cincin (annular), yaitu bundaran bulan tidak sepenuhnya menutupi matahari sehingga masih tersisa bagian yang bercahaya, yang mengesankan seperti cincin.

Namun dii Indonesia, gerhana ini hanya akan nampak sebagai gerhana matahari sebagian (parsial), karena umbra gerhana hanya melintas di wilayah Afrika timur, India selatan dan Sri Lanka, Myanmar dan China bagian tengah. Di Indonesia, gerhana ini hanya bisa disaksikan di seluruh Pulau Sumatra, Kalimantan, serta sebagian Jawa dan Sulawesi.

Gerhana ini terjadi saat matahari di langit barat dilihat dari segenap wilayah Jawa Tengah dan seluruh tahapannya, yakni kontak awal, puncak serta kontak akhir bisa diamati sepenuhnya.

Puncak gerhana terjadi di antara jam 15:19- 15:23 WIB, bergantung pada lokasinya. Pada saat puncak, matahari akan nampak benjol (robek) sedikit di bagian kanan bawah (sisi utara).

Mengingat Jawa Tengah berdekatan dengan garis marginal gerhana maka durasi dan magnitude gerhana, yakni persentase ketertutupan matahari oleh bulan, menjadi berbeda-beda di setiap lokasi.

Magnitude gerhana ini sangat kecil, maksimal hanya 4 % (Brebes) dan cenderung menurun begitu beranjak ke timur. Demikian pula durasinya. Wonogiri menjadi wilayah dengan karakteristik gerhana paling minimal, yaitu durasinya hanya 24 menit dengan magnitude 0,9 % seperti disajikan dalam tabel berikut ini:

Karena durasinya bervariasi, maka bagi umat Islam terdapat situasi kondisional untuk menunaikan ibadah shalat sunah gerhana matahari.

Geometri gerhana matahari ini mirip dengan gerhana matahari cincin 27 Januari 632 yang bersejarah, karena terjadi bersamaan dengan wafatnya Ibrahim, putra Rasulullah SAW dari istri Mariah Qibthiyah dan menjadi sebab diturunkannya perintah melaksanakan shalat sunah gerhana.

Pada saat itu lintasan umbra berbentuk hampir sama dengan lintasan umbra gerhana matahari cincin 2010 ini, hanya saja lokasinya sedikit bergeser ke utara dengan melintasi Semenanjung Arabia bagian selatan.


sumber: http://haxims.blogspot.com/2010/01/gerhana-matahari-cincin-2010-tanggal-15.html

 

 

 

 

 

 

 

 

Profil  |   Layanan  |   Alumni   |   Pengguna Lulusan   |  Kontak kami   |   Home

All Copyrights Reserved 2009, STAINU Kebumen