Jalan Panjang STAINU Kebumen

Tahun 1974 UNNU Kebumen berdiri. Bertujuan untuk memajukan pendidikan di kalangan muda Nahdlatul Ulama STAINU Kebumen mempercepat proses untuk mencetak generasi NU yang cerdas, ilmiah dan tanggap terhadap situasi untuk memajukan organisasi Nahdlatul Ulama. Tahun 1994 Regulasi kembali mengatur STISNU dan STITNU menjadi STAINU Kebumen.

Setelah menjadi STAINU Kebumen, tepatnya tahun 1974 STAINU menapaki jalan sulit, mahasiswa yang masuk dengan yang keluar selalu berkurang tahun demi tahun.Tetapi langkah Drs. H. Suroso, ketua STAINU saat itu yang memindahkan gedung STAINU ke lokasi baru di Jl. Tentara Pelajar, merupakan langkah tepat. karena pelan tapi pasti STAINU makin maju, makin berkualitas dan semakin diperhatikan orang.

Kini dengan jumlah mahasiswa yang besar, STAINU berbenah untuk semakin menambah jaminan mutu lulusan, perbaikan layanan mahasiswa,peningkatakn kualitas penelitian dosen dan mahasiswa, menciptakan tradisi intelektual di lingkungan kampus, penghijauan lingkungan, penambahan fasilitas untuk mahasiswa. Melengkapi peralatan laboratorium microteaching, laboratorium komputer dan laboratorium bahasa, peningkatan daya akses internet dosen dan mahasiswa dengan menciptakan Hotspot Area di seluruh lokasi kampus.

 

 

Mahasiswa dan Alumni Berperan Penting dalam Memajukan STAINU Kebumen

STAINU Kebumen mengalami kemajuan pesat beberapa tahun ini disebabkan karena aktifitas mahasiswa dan alumni yang terus-menerus melakukan proses intelektuasi, pendalaman analisis terhadap fenomena soeial dan melakukan aksi-aksi.

       Meskipun menurut sebagian orang aksi menyikapi berbagai fenomena sosial merupakan hal yang negatif, tetapi mayoritas masyarakat mendukung aksi-aksi mahasiswa. Mereka merasa diuntungkan ketika misalnya harga BBM kembali turun karena aksi mahasiswa menolak kenaikan BBM. Aksi mahasiswa merupakan barometer kematangan analisis dan praktek penyikapan terhadap kebijakan yang terkadang tidak berpihak kepada mahasiswa yang kebanyakan berasl dari pinggiran. Barometer ini sebetulnya tergambar dalam ideologi anti kemapanan, yang diciptakan oleh kelompok Mbah Surip, dan WS Rendra yang tak henti mengalirkan kritik melalui syairnya. Dan di STAINU iklim kritis, analitis dan responsif yang memunculkan aksi penyikapan semacam itu jmendapat tempat dalam atmosfir akademik.

        Bukan hanya saat ini tetap, jauh-jauh hari sebelumnya, mahasiswa yang kini telah menjadi alumni telah menanamkan benih keberanian menyuarakan kepentingan masyarakat banyak,melalui pendidikan kritis di kampus, suburnya organisasi ekstra kampus, dan ruang yang sangat terbuka bagi diskusi dan dialog, dilanjutkan sampai pada riset-riset yang dioakukan mahasiswa sendiri, memungkinkan mahasiswa berkembang potensinya secara maksimal.(003)

ubah kelembmagaannya, dua fakultas itu menyantu menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Kebumen. Perkembangannya masih lamban, karena minimnya fasilitas yang dimiliki kampus.

 Tahun 1999, STAINU mendapatkan ijin Departemen Agama membuka program D2 PGSDI/PAI. Jumlah pendaftar meningkat drastis, mencapai 19 kelas, saat itu. Tahun 2004 STAINU Memiliki gedung baru di Jl. Tentara Pelajar 55b Kebumen, dan saat ini jumlah mahasiswa mencapai 1650 mahasiswa dalam dua Program Studi. PAI dan PGMI.

     Kini STAINU Kebumen tengah mrintis Program Studi-program STudi Baru untuk menampung animo berkuliah di kota sendiri Kebumen. Dosen-dosen muda yang progresif dan kalangan tua yang selalu menginginkan perubahan menuju kemajuan, memberikan jalan terbuka lebar bagi kemajuan STAINU Kebumen di masa yang akan datang

     Kini tengah digenjot secara besar-besaran  peningkatan mutu lulusan STAINU Kebumen, tiap tahun akan diberikan jaminan mutu terhadap alumni, hal ini untuk menghadapi persaingan alumni setelah selesai(002).  (Back)